NATUNA BUTUH BANYAK AIR BERSIH

Kategori: Berita
Diterbitkan pada Kamis, 14 September 2017 07:57
Ditulis oleh DLHK Prov Kepri
Dilihat: 174

Foto: Aa Humas DLHK Prov. KepriDinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan sidang Dokumen Lingkungan dengan Kegiatan Bendung dan D.I Kelarik di Desa Kelarik,

Desa Kelarik Utara, Desa Belakang Gunung, dan Desa Gunung Durian Kecamatan Bunguran Utara Kabupaten Natuna (14-09-2017), bertempat diruang rapat utama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Dompak.

Ir. Yerri Suparna selaku Ketua Komisi Amdal Provinsi Kepulauan Riau memimpin sidang tersebut dengan didampingi Kabid. Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Kajian Dampak Lingkungan Bapak Yuliman Gamal, MUM selaku sekretaris Komisi Amdal Provinsi Kepulauan Riau, sidang ini juga dihadiri oleh seluruh anggota Komisi Amdal Provinsi Kepulauan Riau, Camat Bunguran Utara, Kepala Desa Kelarik, Kepala Desa Kelarik Utara, Kepala Desa Belakang Gunung, Kepala Desa Gunung Durian, Kepala Desa Air Mali, Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, LSM Lingkungan, serta Instansi dan Lembaga Lintas Sektoral.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera IV merupakan pemrakarsa dari kegiatan ini, dengan sumber anggaran APBN yang telah direncanakan pada tahun 2016 dan pelaksanaan ditahun 2017.

Kecamatan Bunguran Utara, khususnya 5 desa ini telah memiliki tata ruang desa yang harus disesuaikan dengan pembangunan bendung, dan pada umumnya masyarakat di 5 desa tersebut sangat mengharapkan pembangunan ini dapat terealisasi secepat mungkin, air bersih menjadi tujuan utama dalam pemenuhan kebutuhan kehidupan sehari-hari, mengingat sumber air selama ini bersumber dari sumur masing-masing warga, akan tetapi diwaktu tertentu kekeringan juga sering melanda 5 desa tersebut. Aktifitas warga di Kecamatan Bunguran Utara pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani, yaitu petani cengkeh, padi dan peternakan sapi.

Pada tahun sebelumnya, salah satu desa di Kecamatan Bunguran Utara, dijadikan sebagai wilayah persawahan dan menghasilkan padi yang sangat baik, tetapi hal ini menjadi gagal dikarenakan keterbatasan sumber air yang digunakan untuk jaringan irigasi dalam pemeliharaan dan perawatan persawahan.

Hampir 130 H areal yang akan dijadikan bendung dan genangan air yang nantinya akan disalurkan ke 5 desa. Dengan catatan “harus diantisipasi jika terjadi luapan (debit air) melebihi kapasitasnya, maka banjir tidak terhindari bahkan mungkin bisa rubuh, itu hal yang sangat terparah, maka perlu pengkajian lebih mendalam terkait ketahan dan kekuatan bendung tadi dan apa solusinya…”, Ujar Yerri Suparna.

Diharapkan air bersih dari bendung ini dapat disalurkan ke 5 desa sehingga pemerataan terhadap kebutuhan air sehari-hari dapat dirasakan semua masyarakat tanpa terkecuali.